Rabu, 12 Januari 2011

SBY: Inovasi Indonesia Tertinggal Jauh
Bila inovasi dan kewirausahaan ditingkatkan, maka ekonomi akan tumbuh lebih cepat.
SENIN, 20 DESEMBER 2010, 13:46 WIB
Hadi Suprapto, Nur Farida Ahniar

VIVAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan Indonesia masih tertinggal jauh di bidang inovasi dan kewirausahaan. Jika hal itu ditingkatkan, maka ekonomi akan tumbuh lebih cepat lagi.

Yudhoyono lalu mencontohkan Korea dan Jepang yang menggabungkan inovasi, teknopreneur, seni, dan teknologi. Hasilnya, produksi kedua negara itu seperti televisi dan alat elektronik tumbuh cepat. "Begitu disatukan, luar biasa sumbangan industri kreatif tersebut," kata dia dalam penganugerahaan penghargaan di bidang industri di Istana Negara, Jakarta, Senin, 20 Desember 2010. "Kita agak tertinggal di bidang inovasi."

Dia mengatakan, untuk mengejar ketertinggalan ini, Indonesia memerlukan investasi besar-besaran. Tahun ini ditargetkan investasi dapat mencapai Rp200 triliun.

Dalam acara tersebut, Presiden memberikan penghargaan di bidang industri, di antaranya penghargaan Upakarti. Penghargaan ini diberikan kepada mereka yang berdedikasi dalam pengembangan industri kecil dan menengah. Dalam penghargaan ini terdapat empat kategori yaitu Jasa Pengabdian, Jasa Pelestarian, Jasa Kepeloporan, Industri Kecil dan Menengah (IKM) Modern.

Kategori Jasa Pengabdian, Yudhoyono memberikannya kepada Syarifah dari Kabupaten Lingga-Kepulauan Riau, IN Widiartha dari Kota Kupang-Nusa Tenggara Tumur, I Gusti Kade Djaya dari Kabupaten Tabanan-Bali, Pastor Jacques dari Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, dan Sendy Ramania Wurandani dari Kota Bandung-Jawa Barat.

Kategori Jasa Pelestarian diberikan kepada Mateus Ala dari Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, Uswatun Chasana dari Kabupaten Tuban-Jawa Timur, M Riva'i Navis dari Kabupaten Sanggau-Kalimantan Barta, Sandiyo dari Kabupaten Rembang-Jawa Tengah.

Sedangkan penghargaan kategori Jasa Kepeloporan diberikan kepada Hardono dari Kota Surakarta-Jawa Tengah, Budi Wibowo dari Kabupaten Purbalinga-Jawa Tengah, Tentrem Sri dari Bengkulu, H Ade Hikmat Nugraha dari Kota Sukabumi-Jawa Barat, dan Habib Saleh Al Mahdali dari Kota Palu-Sulawesi Tengah.

Katergori IKM Modern diberikan kepada PT Sarandi Karya Nugraha dari Kabupaten Sukabumi-Jawa Barat, PT Mitrasukses Engineering Indonesia dari Kota Pasuruan-Jatim, CV Karya Baru dari Kabputen Lampung Timur-Lampung, PT Mangkupalas Mitra Makmur dari Kota Samarinda-Kalimantan Timur, dan PT Wieda Sejahtera dari Jakarta Timur. (umi)

• VIVAnews

source:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar